Generasi saat ini sungguh di ambang batas kehancuran,banyak media-media yang menjadi cukong ala kapitalis untuk mencengkram para generasi..tak ubah dengan yang namanya perayaan V-Day..budaya asing yang akanmenjadi racun kesilauan untuk para generasi.Kenapa demikian,?Karena moment ini berkaitan dengan gaya hidup dan cara
pandang sebuah keyakinan. Jadi tergolong menyerupai gaya hidup atau budaya
orang kafir. Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bukan termasuk golongan kami siapa
saja yang menyerupai selain kami” (HR Tirmidzi no. 2695)
Nah, dengan hadits ini
saja kita udah bisa tahu bahwa menyerupai suatu kaum, yakni mengikuti budaya
mereka bisa membahayakan akidah kita. Jadi, kita harus hati-hati!Sobat, buat
kamu yang lagi pacaran, Valentine Day ini disulap jadi hari kasih ayang sedunia. Yang dimana para
remaja saling mengekspresikan kasih sayangnya seperti bertukar kado, cokelat,
bunga mawar dan lainnya. Bahkan perayaan Valentine Day ini tak cuma bicara
tentang kasih sayang dan nggak cukup jika hanya bertukar kado, cokelat, dan
bunga mawar saja. Parahnya lagi ternyata perayaan aneh ini sering diperingati
dengan minum-minuman keras dan gaul bebas. Bahkan ada anggapan bahwa Valentine
Day tanpa seks, bagai sayur tanpa garam. Uh, Bahaya banget sobat!
Ya, siapa sih yang nggak kenal
pesta Valentine? Hajatan ini seolah udah jadi menu wajib sebagian besar remaja
sedunia untuk melampiaskan kasih sayangnya dengan gandengan mereka
masing-masing, dalam arti mengobral harga diri atas nama cinta. Bahkan pada
tanggal 14 Februari itu sering dipakai buat momen pemberian "cinta"
cewek secara sempurna dengan menyerahkan keperawanannya kepada cowoknya! Waduh,
ini emang udah nggak bener sama sekali! Katanya sih,
atas nama cinta. Sumpah, itu bohong banget. Kalo memang sayang dan cinta, nggak
bakalan ngorbanin kehormatan dan harga diri melalui ajang seks bebas. Sudah
dosa merayakannya, eh ditambah dengan aktivitas pacaran dan bahkan seks bebas.
Astagfirullah...
Jadi nih, kalo cinta diartiin
juga dengan harus main seks pranikah, itu namanya bukan cinta sehat yang bisa
kamu raih, tapi justru cinta yang ternoda. Cinta yang sakit! Itu bukan atas
nama cinta, tapi atas nama seks! Ada baiknya inget nih pesan Rasulullah saw.
melalui sabdanya:
“Apabila zina dan riba telah
merajalela di suatu negeri, maka rakyat di negeri itu sama saja telah
menghalalkan dirinya untuk menerima azab Allah.” (HR ath-Thabrani, al-Hakim dari Ibnu Abbas)
Herannya, perayaan aneh ini
ternyata masih digemari dan bahkan terus dirayakan oleh remaja muslim di
seluruh dunia! Khususnya di Indonesia. Kita bisa lihat, setiap tahunnya di
tanggal 14 Februari pasti para remaja pada sibuk ngoceh nggak ada habisnya
tentang Valentine Day. Dan remaja yang merayakannya pun hampir dari semua
kalangan, dan yang paling memprihatinkan lagi adalah remaja yang merayakan hari
Valentine ini banyak dari mereka yang mayoritas muslim!
Hari Valentine di tanah air
seolah sudah menjadi "hajatan" perayaan cinta di antara mereka.
Kondisinya pun sangat parah, yakni dirayakan dengan seks bebas.Pengungkapan cinta yang "lebih".
Ingin sesuatu yang berbeda setelah sekian tahun berpacaran.
"Tapi kan, ini hanya
sebagai perayaan budaya? Nggak papa dong kita rayakan!"di antara kamu ada yang bilang
kayak gitu. Hei, budaya mana dulu ! Itu budaya Barat, dan kalau kamu ngajak
ngomongin budaya, bahkan hari Valentine sama sekali nggak cocok sama budaya dan
ajaran Islam yang menjunjung tinggi kesopanan dan kehormatan orang lain.
Beehh...Kena deh !
Tapi, kenapa masih banyak remaja
yang masih merayakan hari Valentine ini ya? Nah, ini dia yang menjadi
kekhawatiran tersendiri bagi kita, remaja muslim yang tidak ingin merayakannya.
Namun faktanya banyak sekali teman-teman kita yang masih merayakannya. Banyak
remaja yang menggandrungi perayaan aneh ini. Alasannya pun banyak. Ada yang
ingin dibilang gaul, ada yang bilang kalau Valentine itu keren dan harus
dirayain, bahkan ada yang cuma sekadar ikut-ikutan! Heddeehh...
Sobat, Islam nggak pernah
mengajarkan masalah ini. Nggak ada anjuran untuk ikut-ikutan ngerayain
Valentine Day, seperti dalam firman Allah SWT:
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang
di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka
tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah
berdusta (terhadap Allah).”
(QS al-An’am: 116)
Hal ini sungguh sangat miris
mengingat bahwa hukum merayakan Valentine Day menurut Islam adalah HARAM !!!
Ken Swiger dalam artikelnya
“Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal
dari bahasa Latin yang artinya, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha
Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.
Disadari atau nggak, ketika kita
meminta orang jadi “to be my Valentine”, berarti sama aja kita meminta orang
jadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar,
menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada
berhala. Icon si “Cupid (bayi bersayap dengan panah)” itu adalah putra Nimrod
“the hunter” dewa matahari. Waduhh... jelas banget ini momen perusakan akidah
besar-besaran, sob! Nggak bisa disepelekan nih.
Dalam Islam nggak ada Valentine,
karena istilah asing ini merupakan impor dari agama atau kepercayaan lain. Sejarah
dan esensinya aja nggak sejalan sama pemikiran dan akidah Islam. Lalu ngapain
juga kita rayakan?
Menurut mereka yang semangat merayakan Valentine Day,
ada semacam kepercayaan kalau melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti
berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan sampai hubungan
seks di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya sih,
semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu biasa. Owalahh..
Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan.
Allah Swt. Befirman:
“Dan janganlah kamu mendekati zina karena
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang
buruk.” (QS al-Israa’: 32)
Nah sob, ayat ini sudah jelas
bahwa mendekati zina saja Allah melarang kita, apalagi sampai kita
melakukannya. Na'udzubillah min zalik.
Cinta itu nggak harus selalu
dimanifestasikan dengan seks. Buktinya kalau PSK-PSK itu, apa mereka melacur
dengan alasan cinta? Nggak kan? Mereka demi uang, demi memenuhi nafsu
hedonismenya. Jangan samakan cinta dengan seks, nggak perlu disamakan dan
dihubung-hubungkan.
Sobat, kata siapa dalam Islam nggak ada yang namanya
cinta dan kasih sayang? Islam sendiri adalah agama kasih sayang dan menjunjung
cinta terhadap sesama. Dalam Islam, cinta sangat dihargai dan menempati posisi
sangat terhormat, dan suci. Islam sama sekali nggak phobia sama yang namanya
cinta, dan Islam sama sekali tidak menjadikan cinta jadi komoditas yang rendah dan murahan.
Jadi, kesimpulannya, yang
disebut "cinta" dan "kasih sayang" dalam hari Valentine itu
hanyalah omong kosong belaka. Sebagai generasi pemuda muslim, kita harus bisa
memfiltrasi ajaran-ajaran dan pemikiran yang bukan berasal dari Islam, serta
kita harus berusaha sekuat tenaga kita untuk mengimplementasikan ajaran Islam
dalam kehidupan kita sehari-hari, agar ajaran Islam nggak terkontaminasi oleh
budaya-budaya asing yang terbukti hanya menimbulkan keresahan dalam masyarakat
muslim. Jangan rayakan Valentine Day yang nggak jelas ini, terlebih lagi
Valentine Day adalah ajaran barat yang sekuler yang memisahkan agama dari
kehidupan. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita berteriak bersama: "Say
No to Valentine Day!" karena banyak sekali kejelekan yang didapat
ketimbang manfaatnya yang hampir tidak ada dari Valentine Day.
So, nggak ada istimewanya
Valentine Day bagi kaum muslimin yang tetap berpegang teguh pada ajaran Islam,
karena Valentine Day adalah budaya jahiliyah bin kufur..Jadi kita kudu waspada.Kalo
kata bang NAPI sih waspadalah!Waspadalah!Waspadalah!!!
Apalagi kita
para jomblowati yang saat ini sedang berharap kepada Ilahi,tuk bisa menjaga
diri dan hati,dari para lelaki pemburu hati yang suka ngajak pacaran ala islami,yang ngejar-ngejaar
sehari-hari,tuk ngajak sama-sama maksiat
pada Ilahi,apalgi yang saat ini lagi demen-demenan or kepincut ama si Do’i
yang udah ngjak PACARAN dengan janji-janji sehidup- semati,.Ingat ya neng,tak ada
cinta sebelum ikatan pernikahan,apalagi
nunjukin cintanya pas moment ginian,tu mah
CINTA berbalut maksiat.,,ruginya dunia akherat dah..#UdahPutusinAja
#YukNgaji
Tetap istiqomah bersama
kebenaran Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar