Senin, 13 Februari 2017

V-Day:Budaya Perusak Generasi...




Generasi saat ini sungguh di ambang batas kehancuran,banyak media-media yang menjadi cukong ala kapitalis untuk mencengkram para generasi..tak ubah dengan yang namanya perayaan V-Day..budaya  asing yang akanmenjadi racun kesilauan untuk para generasi.Kenapa demikian,?Karena moment ini berkaitan dengan gaya hidup dan cara pandang sebuah keyakinan. Jadi tergolong menyerupai gaya hidup atau budaya orang kafir. Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR Tirmidzi no. 2695)
Nah, dengan  hadits ini saja kita udah bisa tahu bahwa menyerupai suatu kaum, yakni mengikuti budaya mereka bisa membahayakan akidah kita. Jadi, kita harus hati-hati!Sobat, buat kamu yang lagi pacaran, Valentine Day ini disulap jadi hari kasih ayang sedunia. Yang dimana para remaja saling mengekspresikan kasih sayangnya seperti bertukar kado, cokelat, bunga mawar dan lainnya. Bahkan perayaan Valentine Day ini tak cuma bicara tentang kasih sayang dan nggak cukup jika hanya bertukar kado, cokelat, dan bunga mawar saja. Parahnya lagi ternyata perayaan aneh ini sering diperingati dengan minum-minuman keras dan gaul bebas. Bahkan ada anggapan bahwa Valentine Day tanpa seks, bagai sayur tanpa garam. Uh, Bahaya banget sobat!
Ya, siapa sih yang nggak kenal pesta Valentine? Hajatan ini seolah udah jadi menu wajib sebagian besar remaja sedunia untuk melampiaskan kasih sayangnya dengan gandengan mereka masing-masing, dalam arti mengobral harga diri atas nama cinta. Bahkan pada tanggal 14 Februari itu sering dipakai buat momen pemberian "cinta" cewek secara sempurna dengan menyerahkan keperawanannya kepada cowoknya! Waduh, ini emang udah nggak bener sama sekali! Katanya sih, atas nama cinta. Sumpah, itu bohong banget. Kalo memang sayang dan cinta, nggak bakalan ngorbanin kehormatan dan harga diri melalui ajang seks bebas. Sudah dosa merayakannya, eh ditambah dengan aktivitas pacaran dan bahkan seks bebas. Astagfirullah...
Jadi nih, kalo cinta diartiin juga dengan harus main seks pranikah, itu namanya bukan cinta sehat yang bisa kamu raih, tapi justru cinta yang ternoda. Cinta yang sakit! Itu bukan atas nama cinta, tapi atas nama seks! Ada baiknya inget nih pesan Rasulullah saw. melalui sabdanya:
“Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, maka rakyat di negeri itu sama saja telah menghalalkan dirinya untuk menerima azab Allah.” (HR ath-Thabrani, al-Hakim dari Ibnu Abbas)
Herannya, perayaan aneh ini ternyata masih digemari dan bahkan terus dirayakan oleh remaja muslim di seluruh dunia! Khususnya di Indonesia. Kita bisa lihat, setiap tahunnya di tanggal 14 Februari pasti para remaja pada sibuk ngoceh nggak ada habisnya tentang Valentine Day. Dan remaja yang merayakannya pun hampir dari semua kalangan, dan yang paling memprihatinkan lagi adalah remaja yang merayakan hari Valentine ini banyak dari mereka yang mayoritas muslim!
Hari Valentine di tanah air seolah sudah menjadi "hajatan" perayaan cinta di antara mereka. Kondisinya pun sangat parah, yakni dirayakan dengan seks bebas.Pengungkapan cinta yang "lebih". Ingin sesuatu yang berbeda setelah sekian tahun berpacaran.
"Tapi kan, ini hanya sebagai perayaan budaya? Nggak papa dong kita rayakan!"di antara kamu ada yang bilang kayak gitu. Hei, budaya mana dulu ! Itu budaya Barat, dan kalau kamu ngajak ngomongin budaya, bahkan hari Valentine sama sekali nggak cocok sama budaya dan ajaran Islam yang menjunjung tinggi kesopanan dan kehormatan orang lain. Beehh...Kena deh !
Tapi, kenapa masih banyak remaja yang masih merayakan hari Valentine ini ya? Nah, ini dia yang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi kita, remaja muslim yang tidak ingin merayakannya. Namun faktanya banyak sekali teman-teman kita yang masih merayakannya. Banyak remaja yang menggandrungi perayaan aneh ini. Alasannya pun banyak. Ada yang ingin dibilang gaul, ada yang bilang kalau Valentine itu keren dan harus dirayain, bahkan ada yang cuma sekadar ikut-ikutan! Heddeehh...
Sobat, Islam nggak pernah mengajarkan masalah ini. Nggak ada anjuran untuk ikut-ikutan ngerayain Valentine Day, seperti dalam firman Allah SWT:
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (QS al-An’am: 116)

Hal ini sungguh sangat miris mengingat bahwa hukum merayakan Valentine Day menurut Islam adalah HARAM !!!
Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang artinya, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.
Disadari atau nggak, ketika kita meminta orang jadi “to be my Valentine”, berarti sama aja kita meminta orang jadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid (bayi bersayap dengan panah)” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari. Waduhh... jelas banget ini momen perusakan akidah besar-besaran, sob! Nggak bisa disepelekan nih.
Dalam Islam nggak ada Valentine, karena istilah asing ini merupakan impor dari agama atau kepercayaan lain. Sejarah dan esensinya aja nggak sejalan sama pemikiran dan akidah Islam. Lalu ngapain juga kita rayakan?
Menurut mereka yang semangat merayakan Valentine Day, ada semacam kepercayaan kalau melakukan maksiat dan
larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan sampai hubungan seks di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya sih, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu biasa. Owalahh.. Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan.

Allah Swt. Befirman:
“Dan janganlah kamu mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Israa’: 32)
Nah sob, ayat ini sudah jelas bahwa mendekati zina saja Allah melarang kita, apalagi sampai kita melakukannya. Na'udzubillah min zalik.
Cinta itu nggak harus selalu dimanifestasikan dengan seks. Buktinya kalau PSK-PSK itu, apa mereka melacur dengan alasan cinta? Nggak kan? Mereka demi uang, demi memenuhi nafsu hedonismenya. Jangan samakan cinta dengan seks, nggak perlu disamakan dan dihubung-hubungkan.
Sobat, kata siapa dalam Islam nggak ada yang namanya cinta dan kasih sayang? Islam sendiri adalah agama kasih sayang dan menjunjung cinta terhadap sesama. Dalam Islam, cinta sangat dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, dan suci. Islam sama sekali nggak phobia sama yang namanya cinta, dan Islam sama sekali tidak menjadikan cinta jadi komoditas yang rendah dan murahan.
Jadi, kesimpulannya, yang disebut "cinta" dan "kasih sayang" dalam hari Valentine itu hanyalah omong kosong belaka. Sebagai generasi pemuda muslim, kita harus bisa memfiltrasi ajaran-ajaran dan pemikiran yang bukan berasal dari Islam, serta kita harus berusaha sekuat tenaga kita untuk mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan kita sehari-hari, agar ajaran Islam nggak terkontaminasi oleh budaya-budaya asing yang terbukti hanya menimbulkan keresahan dalam masyarakat muslim. Jangan rayakan Valentine Day yang nggak jelas ini, terlebih lagi Valentine Day adalah ajaran barat yang sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita berteriak bersama: "Say No to Valentine Day!" karena banyak sekali kejelekan yang didapat ketimbang manfaatnya yang hampir tidak ada dari Valentine Day.

So, nggak ada istimewanya Valentine Day bagi kaum muslimin yang tetap berpegang teguh pada ajaran Islam, karena Valentine Day adalah budaya jahiliyah bin kufur..Jadi kita kudu waspada.Kalo kata bang NAPI sih waspadalah!Waspadalah!Waspadalah!!!
Apalagi kita para jomblowati yang saat ini sedang berharap kepada Ilahi,tuk bisa menjaga diri dan hati,dari para lelaki pemburu hati yang  suka ngajak pacaran ala islami,yang ngejar-ngejaar sehari-hari,tuk ngajak sama-sama  maksiat pada Ilahi,apalgi  yang saat ini  lagi demen-demenan or kepincut ama si Do’i yang udah ngjak PACARAN dengan janji-janji sehidup- semati,.Ingat ya neng,tak ada cinta sebelum  ikatan pernikahan,apalagi nunjukin cintanya pas moment ginian,tu mah  CINTA berbalut maksiat.,,ruginya dunia akherat dah..#UdahPutusinAja
#YukNgaji
Tetap istiqomah bersama kebenaran Islam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar