Rabu, 30 November 2016

Distributor Buku

Menjalani peran sebagai ibu dan istri dalam zaman serba berkembang saat ini tentu tidak mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, tapi ada juga pelajaran yang bisa kita petik. Umumnya, tantangan zaman dan kehidupan yang terus berkembang bagi generasi anak kita tidak diimbangi dengan adaptasi dan wawasan yang seimbang pada diri orangtua. Kita sering menyamakan cara mendidik anak kita dengan saat orangtua kita mendidik kita. Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”.
Lalu, bagaimana menciptakan relationship dengan anak yang positif dan penuh kasih sayang di tengah tantangan zaman saat ini. Jawaban atas pertanyaan itulah yang menjadi tema buku Bukan Ibu Biasa.
Terdiri atas 40 kasus yang dipaparkan lewat penggalan kisah dari penulisnya yang memuat topik seputar; mengenal Allah dan ciptaan-Nya, ibadah dan akhlak, ilmu pengetahuan dan cara mencintai lingkungan, disiplin dan kemandirian. Setiap kasus terdiri atas 4 bagian, yaitu fragmen cerita, problematika, solusi dan kiat mengatasinya, serta positive values lewat renungan atau quotes.
REVIEW BUKU BUKAN IBU BIASA
“Buku Bukan Ibu biasa bisa dijadikan sebagai berbagi untuk belajar menjadi orangtua yang baik.
Buat muslimah yang belum nikah kayak aku ini, gak papa baca buku ini, kan persiapan buat menjadi ibu
Buat muslimah yang mau beli sok atuh beli ditoko buku terdekat atau bisa juga beli online,
Yukkk ah uangnya sisakan buat beli buku,
Selamat Membaca muslimah”
– Sa'adah 1453,
Info dan order
BBM D030C3D4

#jualbuku
#buku #bukanibubiasa #bukubagus #bestseller #muslimahwear #wanita #recomended #pecintabuku #ibu

Senin, 28 November 2016



#Trilogi Misi ini untukmu, Wahai Aktivis Muslimah... ! #MuslimahNegarawan
Kenapa?
Karena sistem kapitalisme sekuler hari ini telah membuat siklus peran perempuan seperti roller coaster...mempersulit perempuan menjalani fase demi fasenya.
Fase fase peran kaum perempuan itu memang unik... Telah banyak sy mendapat curhatan "mental suit" dari kawan, adik, sahabat, dimana setelah menikah punya anak, suami krg mapan scr finansial membuatnya harus bekerja dan terus didera rasa bersalah. Padahal saat mahasiswa sangat aktif dan produktif dlm dakwah jg akademiknya bagus. Seringkali harus memulai dari nol saat memasuki fase perannya yang baru...
Persis sperti roller coaster, dan seringkali sistem sekuler hari ini justru kian mempersulit dan menghimpit kita merangkai fase fase itu dg kekuatan pemikiran.
Melalui buku ini, sy ingin mengintrodusir trilogi misi Intelektual Peradaban-PenggerakOpini - Ibu Generasi Penakluk sebagai formula yg sy coba pakai sbg pendekatan agar aktivis Muslimah bisa *menyambungkan peran perannya di setiap fase dg kuat dan smooth, tdk kehilangan visi politik dan tetap produktif*...
Bagaimana menyambungkannya?
Menyambungkannya dg cita cita besar untuk umat Muhammad Saw. Yakni dengan komitmen thd tsaqofah Islam, terus melatih diri menerapkan sudut pandang Islam sbg solusi persoalan, dan peka terhadap tantangan zaman
Mari berani bercita cita besar, wahai aktivis Muslimah...! Agar engkau bisa menghayati setiap fase peranmu melintasi perjalanan usia dan kebangkitan umat!
#empoweredMuslimah

Indahnya berbagi... :)

Belum sempurna bukan alasan untuk tidak berbagi. Sahabat #yukngaji dan #yukdakwah....


Jumat, 25 November 2016

Memanfaatkan Jalur Perdagangan Indonesia

Perekonomian maju salah satunya adalah negara yang dilewati jalur perdagangan. Mengapa, karena Jalur perhubungan laut dunia atau "sea lanes of communication" secara politik dan ekonomi sangat strategis karena menyangkut kelangsungan hidup sejumlah negara di mana empat di antara perairan tersebut berada dalam kedaulatan Indonesia. "Jalur pelayaran laut ini membentang dari Teluk Persia ke arah barat menuju Eropa Barat, dan ke arah Timur menuju Asia Timur dan Amerika Serikat," jelas pemerhati masalah geostrategi, Fika M Komara.

 Berikut adalah beberapa jalur perdagangan yang padat dan strategis. Meliputi Selat Boshporus yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia serta menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Selain itu adalah Selat Hormuz yang memisahkan Iran dengan Uni Emirat Arab, terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia.
Sementara untuk wilayah perairan strategis bagi pelayaran internasional di kawasan Pasifik melewati Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur. Untuk wilayah indonesia sendiri jalur perdagangan meliputi Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar.
Jalur transportasi laut tersebut merupakan bentangan garis energi minyak dan gas bumi yang tidak boleh terputus karena hal tersebut sangat berkaitan dengan industri negara-negara maju. Oleh karena itu, indonesia menjadi salah satu negara yang paling strategis, karena industri-industri besar mengandalkan jalur perdaganan indonesia.
choke points
Dalam bidang geografi transportasi, wilayah perairan tersebut dikenal sebagai "choke points" yakni lokasi yang membatasi kapasitas sirkulasi dan tidak dapat dengan mudah dilewati, karena sangat mudah untuk diblokir. "Ini berarti bahwa setiap alternatif dari `chokepoint` melibatkan suatu rute memutar atau penggunaan alternatif yang berimplikasi pada biaya dan penundaan waktu yang signifikan,"
Saat era perdagangan dunia bergeser ke wilayah Asia Pasifik, yang sebelumnya di Eropa dan Amerika, kawasan tersebut muncul sebagai salah satu pusat strategis maritim dunia di abad 21. Maka, di era perdagangan Trans-Pasifik, Selat Malaka mengambil peran yang sangat penting karena merupakan jalur laut terpendek yang bisa menghubungkan antara dua samudera penting di dunia yaitu Samudera India dan Samudera Pasifik.
Selat Sunda, Malaka,Lombok, dan Makkasar Jalur Perdangan Terpendek
Artinya rute perdagangan dari Samudera India menuju Samudera Pasifik akan menjadikan Selat Malaka sebagai rute tercepat di antara dua samudera ini, yang berarti menghemat biaya operasional.
Rute pelayaran strategis juga dapat melewati Selat Sunda yang menghubungkan Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia. Rute pelayaran alternatif lainnya adalah melalui Selat Lombok dan Selat Makassar. Selain melewati Samudera Hindia, ke dua selat tersebut juga terhubung pada Samudera Pasifik dan Laut Filipina di utara dan Australia di selatan.
Keuntungan strategis seperti ini seharusnya Indonesia bisa memakmurkan masyarakatnya.
Penulis : Redaksi Trendezia 2
Muslimah Negarawan,,,